Palestina, dan khususnya Yerusalem (Al-Quds dalam tradisi Islam), adalah salah satu tempat paling sakral dalam Islam setelah Mekkah dan Madinah. Lebih dari 1.400 tahun, kota ini telah menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Islam, dari masa awal penaklukkan oleh Umar bin Khattab, era kejayaan Umayyah dan Ayyubi, hingga kompleksitas politik modern. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri warisan Islam di Palestina β bekal penting untuk jamaah umroh plus Al-Aqsa 2026.
“Tidaklah seseorang yang melakukan perjalanan untuk ibadah kecuali ke tiga masjid: Masjid Al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.”
β HR. Bukhari no. 1189 dan Muslim no. 1397, dari Abu Hurairah RA
Berdasarkan data PBB dan OIC 2024, populasi Muslim di Yerusalem Timur sekitar 350.000 jiwa, menjadi 38% dari total populasi kota. Masjid Al-Aqsa (secara spesifik merujuk pada masjid di sisi selatan kompleks) tetap menjadi titik fokus spiritual dan politik, dengan akses yang sangat terbatas bagi jamaah Indonesia yang ingin menziarahinya.
π FAKTA SINGKAT AL-AQSA UNTUK JAMAAH
- 705 M β Masjid Al-Aqsa dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan
- 144 m Γ 35 m β luas kompleks Masjid Al-Haram Asy-Syarif (termasuk Dome of the Rock)
- Β± 14 hektar β total area kompleks (salah satu situs tersuci Islam)
- Β± 5.000+ kapasitas jamaah di dalam kompleks
- Β± 1,4 miliar populasi Muslim dunia yang memiliki keterikatan spiritual dengan Al-Aqsa
- Β± 350.000 populasi Muslim di Yerusalem Timur saat ini
1. Sejarah Awal Yerusalem dalam Islam
Dalam tradisi Islam, Yerusalem adalah kota tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam (Isra) dan naik ke langit (Mi’raj), sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Isra (17:1). Peristiwa ini terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian (621 M), dan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.
1.1. Penaklukkan oleh Umar bin Khattab (637 M)
Setelah Persia Bizantium dan Persia saling berperang, Yerusalem dikepung oleh pasukan Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634β644 M). Patriark Sophronius, penguasa kota, bersedia menyerah asalkan Umar sendiri yang datang. Umar datang dengan sederhana β berjalan kaki dari Madinah, hanya dengan satu unta yang diikhlaskan, satu baju, dan tanpa pasukan besar. Ketika ia diminta untuk shalat di dalam Gereja Holy Sepulchre, ia menolak dan shalat di tempat lain (yang sekarang menjadi Masjid Umar) untuk menjaga agar gereja itu tidak kemudian diubah menjadi masjid. Sikap toleran Umar ini menjadi dasar hubungan Muslim-Kristen di Yerusalem selama berabad-abad.
1.2. Pembangunan Masjid Al-Aqsa
Setelah penaklukkan, Khalifah Umar dan penggantinya mulai membangun tempat ibadah Muslim di Yerusalem. Pada 705 M, Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan membangun kompleks Masjid Al-Haram Asy-Syarif, yang menjadi tempat shalat utama umat Islam. Abdul Malik juga membangun Qubbat As-Sakhrah (Dome of the Rock) pada tahun yang sama, bukan untuk menyimpan batu β tetapi untuk melindungi batu tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj.
| Periode | Peristiwa | Signifikansi |
|---|---|---|
| 621 M | Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW | Al-Aqsa menjadi tempat tersuci ketiga |
| 637 M | Umar bin Khattab menaklukkan Yerusalem | Masuk Islam, kebijakan toleran |
| 705 M | Pembangunan kompleks Al-Aqsa dan Dome of the Rock | Situs tersuci ketiga menjadi monumental |
| 1099 M | Tentara Salib menguasai Yerusalem | Masa sulit bagi Muslim |
| 1187 M | Shalahuddin Al-Ayyubi merebut kembali | Restorasi Islam di Yerusalem |
| 1967 M | Yerusalem Timur dikuasai Israel | Status Yerusalem jadi sengketa |
2. Masjid Al-Aqsa vs Dome of the Rock: Apa Bedanya?
Salah satu kesalahpahaman paling umum di kalangan jamaah adalah menganggap Al-Aqsa dan Dome of the Rock adalah bangunan yang sama. Padahal keduanya berbeda, dan penting untuk dipahami:
2.1. Dome of the Rock (Qubbat As-Sakhrah)
Ini adalah bangunan ikonik dengan kubah emas yang sering muncul di foto-foto Yerusalem. Dibangun tahun 691β692 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Bentuknya oktagonal (8 sisi) dengan kubah emas yang dilapisi ulang beberapa kali (terakhir oleh Raja Hussein dari Yordania tahun 1964 dengan emas 24K, senilai Β± USD 8 juta saat itu). Di tengah-tengahnya terdapat batu (As-Sakhrah) yang dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj, bukan untuk disembah, melainkan sebagai titik spiritual penting.
2.2. Masjid Al-Aqsa (Masjid Jami’ Al-Aqsa)
Ini adalah masjid utama di dalam kompleks, terletak di sisi selatan. Dibangun tahun 705 M oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz (penerus Abdul Malik). Masjid ini adalah tempat jamaah shalat lima waktu. Kapasitasnya Β± 5.000 orang. Arsitekturnya telah beberapa kali dipugar, terakhir oleh Wakaf Islam Yordania.
2.3. Kompleks Masjid Al-Haram Asy-Syarif
Ini adalah istilah untuk seluruh kompleks, termasuk Dome of the Rock, Masjid Al-Aqsa, Kubah Perak (Qubbat As-Silsilah), Mushalla Al-Marwani, dan berbagai bangunan kecil lainnya. Luasnya sekitar 14 hektar, menjadikannya salah satu situs suci terbesar di dunia Islam.
3. Era Tentara Salib dan Pembebasan oleh Shalahuddin
Salah satu bab paling dramatis dalam sejarah Al-Aqsa adalah era Tentara Salib (1099β1187 M). Pada 15 Juli 1099, pasukan Salib dari Eropa berhasil menaklukkan Yerusalem setelah pengepungan 5 minggu. Mereka melakukan pembantaian besar-besaran terhadap Muslim dan Yahudi β sebuah tragedi kemanusiaan yang masih dikenang dalam sejarah Islam.
3.1. Kondisi Muslim di Bawah Tentara Salib
Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock diubah menjadi gereja. Mihrab dan kaligrafi Arab dihapus atau ditutup. Masjid Al-Aqsa secara spesifik diubah menjadi “Temple of the Lord” oleh Tentara Salib. Bagi Muslim, masa 88 tahun ini adalah masa yang sangat sulit, dan menjadi motivasi bagi berbagai jihad pembebasan.
3.2. Shalahuddin Al-Ayyubi
Pada 2 Oktober 1187 (27 Rajab 583 H), Shalahuddin Al-Ayyubi (1137β1193) memimpin pasukan Muslim merebut kembali Yerusalem dari Tentara Salib dalam Pertempuran Hittin. Yang membedakan Shalahuddin dari penakluk lainnya adalah sikap toleran dan humanisnya. Ketika memasuki Yerusalem, ia:
- Tidak membalas dendam pada warga Kristen
- Menebus tawanan dengan harga yang wajar
- Mengembalikan hak milik gereja Kristen
- Membersihkan kembali Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock dari unsur-unsur Kristen
Shalahuddin juga membangun kembali tembok dan infrastruktur kota. Masa setelah Shalahuddin menjadi era keemasan Al-Aqsa di bawah Kesultanan Ayyubiyah dan kemudian Kesultanan Mamluk (1250β1517) dan Ottoman (1517β1917).
4. Era Ottoman hingga Mandat Inggris
Pada 1517, Kesultanan Ottoman di bawah Sultan Selim I menaklukkan wilayah Syam (termasuk Palestina). Selama 400 tahun, Al-Aqsa berada di bawah pemerintahan Ottoman. Masjid ini mendapat beberapa restorasi, termasuk pembangunan arsitektur seperti mosaik dan kaligrafi yang masih bisa dilihat hingga sekarang.
4.1. Restorasi Ottoman
Beberapa restorasi penting di era Ottoman:
- 1537 β perbaikan atap Masjid Al-Aqsa oleh Sultan Suleiman Al-Qanuni
- 1620 β restorasi mosaik dinding oleh Sultan Ahmad I
- 1874 β restorasi besar-besaran oleh Sultan Abdul Hamid II
4.2. Mandat Inggris (1920β1948)
Setelah runtuhnya Ottoman pada Perang Dunia I, wilayah Palestina jatuh di bawah Mandat Inggris. Pada 1917, Jenderal Allenby memasuki Yerusalem dengan berjalan kaki β sebuah penghormatan terhadap kota suci ini. Selama mandat, hubungan Muslim-Yahudi-Kristen cukup tegang, dengan meningkatnya imigrasi Yahudi dari Eropa.
5. Yerusalem Modern: Kompleksitas Politik dan Akses
Setelah berdirinya negara Israel pada 1948 dan perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat dikuasai Israel dan Yerusalem Timur (termasuk Al-Aqsa) dikuasai Yordania. Pada 1967, Israel merebut Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari, dan sejak itu seluruh Yerusalem diklaim sebagai ibu kota Israel β klaim yang tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia (saat ini hanya AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel).
5.1. Status Al-Aqsa Saat Ini
Berdasarkan “Status Quo” tahun 1852/1853 yang dikeluarkan Sultan Ottoman, Yerusalem dibagi menjadi beberapa zona yurisdiksi. Al-Aqsa secara resmi di bawah administrasi Wakaf Islam Yordania (Jordanian Islamic Waqf), meskipun secara fisik berada di wilayah yang diklaim Israel sebagai ibu kotanya. Israel tidak mengizinkan shalat untuk orang Yahudi di kompleks, tetapi membatasi akses Muslim ke kompleks pada waktu-waktu tertentu.
5.2. Akses Jamaah Indonesia
Bagi jamaah Indonesia yang ingin berziarah ke Al-Aqsa, rute paling umum adalah:
| Rute | Negara Transit | Estimasi Biaya |
|---|---|---|
| Via Yordania (Allenby Bridge) | Amman | Β± Rp 38β48 juta |
| Via Mesir (TabaβAqaba) | Kairo | Β± Rp 42β52 juta |
| Langsung Israel (Tuhan) | Tel Aviv | Β± Rp 35β45 juta |
Rute via Yordania adalah yang paling populer karena:
- Tidak ada hambatan diplomatik (Yordania bersahabat dengan Indonesia)
- Visa Yordania gratis untuk WNI
- KBRI Amman dan KJRI siap membantu jika ada kendala
- Wakaf Yordania masih memegang otoritas atas Al-Aqsa
- Situasi keamanan di Yerusalem dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu ikuti update dari KBRI Amman dan KJRI
- Jangan mendiskusikan politik di tempat umum, terutama di depan penduduk lokal
- Bawalah salinan paspor terpisah dari aslinya
- Hindari berbicara bahasa Ibrani atau menunjukkan simbol Yahudi
- Patuhi instruksi tour leader dan jangan berpencar dari grup
6. Adab Ziarah ke Al-Aqsa
Ziarah ke Al-Aqsa adalah momen spiritual yang sangat istimewa. Beberapa adab yang perlu diperhatikan:
- Niat tulus β niatkan ziarah untuk menambah keimanan, bukan sekadar wisata
- Shalat di Masjid Al-Aqsa β jika memungkinkan, shalat di sini memiliki keutamaan 500 kali lipat dibanding shalat di masjid lain (HR. Ahmad, dari Anas bin Malik)
- Berdoa untuk kaum Muslimin β Al-Aqsa adalah simbol perlawanan dan harapan kaum Muslimin sedunia
- Bawa oleh-oleh untuk penduduk lokal β memberikan bantuan kepada Muslim Yerusalem Timur adalah sedekah jariyah
- Jangan buang sampah sembarangan β kompleks Al-Aqsa adalah tempat suci yang harus dijaga kebersihannya
- Paspor berlaku minimal 6 bulan (asli + 2 fotokopi)
- Visa Yordania (gratis, diberikan di Bandara Queen Alia Amman)
- Surat keterangan sehat
- Surat rekomendasi travel resmi Kemenag
- Asuransi perjalanan internasional
- Daftar kontak darurat (KBRI Amman, KJRI, tour leader)
7. Perspektif Islam: Keutamaan Al-Aqsa
Al-Aqsa memiliki keutamaan khusus dalam Islam. Beberapa riwayat menyebutkan:
Pertama, Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat di Masjid Al-Aqsa senilai 500 kali lipat shalat di masjid lain (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya). Kedua, Al-Aqsa adalah tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj setelah Isra dari Masjid Al-Haram Mekkah. Ketiga, Al-Aqsa adalah tempat para Nabi awal beribadah, dan diakui dalam tradisi Islam sebagai tanah yang diberkati.
7.1. Doa di Al-Aqsa
Tidak ada doa khusus yang harus dibaca di Al-Aqsa. Jamaah cukup membaca Al-Fatihah, surat-surat pendek pilihan, dan berdoa dengan bahasa apa saja. Yang penting adalah kekhusyukan dan kejujuran hati. Beberapa ulama menganjurkan membaca doa untuk kaum Muslimin di Palestina, terutama untuk saudara-saudara kita di Gaza dan Tepi Barat.
8. Tempat Bersejarah di Sekitar Yerusalem
Selain Al-Aqsa, beberapa tempat lain di sekitar Yerusalem yang menarik untuk diziarahi:
- Masjid Umar (Umar Mosque) β tempat Umar bin Khattab shalat saat penaklukkan 637 M
- Maqam Anbiya β kompleks makam beberapa Nabi (termasuk Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf) β di luar kompleks Al-Aqsa
- Tembok Ratapan (Western Wall) β situs suci Yahudi, berjarak Β± 100 meter dari Al-Aqsa
- Gereja Holy Sepulchre β tempat Yesus disalibkan dan bangkit menurut tradisi Kristen
- Hebron/Al-Khalil β Β± 30 km dari Yerusalem, tempat Nabi Ibrahim, Nabi Yaqub, dan keluarga dimakamkan. Masjid Ibrahimi (Cave of Patriarchs) sangat penting bagi Muslim dan Yahudi
- Bethlehem β tempat kelahiran Nabi Isa, juga tempat penting bagi Kristen
- Jenin dan Nablus β kota-kota tua dengan masjid bersejarah, biasanya dikunjungi jamaah yang mengambil paket lebih panjang
9. Kisah Nyata Jamaah: Shalat di Masjid Al-Aqsa
Pak Hasan (60), jamaah asal Bandung, menceritakan pengalamannya. “Saya sudah tiga kali umroh, tapi baru pertama kali ke Al-Aqsa. Saat saya shalat Dzuhur di dalam Masjid Al-Aqsa, saya tidak bisa menahan air mata. 500 kali lipat pahala shalat di sini, dan saya rasakan itu. Di belakang saya, ada seorang Muslimah tua dari Hebron yang sedang membaca Al-Quran dengan suara yang sangat merdu. Saya merasa shalat saya diterima, dan saya merasa terhubung dengan saudara-saudara Muslim sedunia.”
Ibu Aisyah (52), jamaah asal Padang, berbagi kesan. “Saya tidak bisa ke Gaza karena situasi keamanan, tetapi saya bisa shalat di Al-Aqsa. Saya berdoa untuk saudara-saudara kita di Gaza, untuk kaum Muslimin di Palestina, dan untuk perdamaian. Saya juga sempat ke Hebron untuk shalat di Masjid Ibrahimi, dan itu adalah pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Saya pulang dengan tekad untuk selalu mendoakan mereka.”
Kedua kisah ini menunjukkan bahwa ziarah ke Al-Aqsa adalah pengalaman yang mengubah cara pandang tentang Islam dan dunia. Jamaah pulang dengan komitmen yang lebih kuat untuk berkontribusi pada komunitas Muslim global.
10. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
10.1. Apakah aman untuk jemaah Indonesia berziarah ke Al-Aqsa?
Dengan persiapan yang baik dan travel resmi yang terpercaya, relatif aman. Pilih travel yang memiliki pengalaman ke Al-Aqsa dan jaringan dengan KBRI Amman. Hindari bepergian saat ada eskalasi konflik (biasanya NovemberβJanuari). Selalu ikuti update terkini dari KJRI.
10.2. Berapa biaya umroh plus Al-Aqsa 2026?
Estimasi untuk paket 12β14 hari: Rp 38β48 juta per orang (quad sharing). Sudah termasuk tiket pesawat, hotel bintang 4, makan 3x, transportasi, tour guide, dan visa Yordania. Untuk paket dengan hotel dekat Al-Aqsa (jarak Β± 1 km), bisa mencapai Rp 50β60 juta.
10.3. Apakah bisa masuk Al-Aqsa dari Israel langsung?
Secara teknis bisa, tetapi banyak ulama dan travel Muslim Indonesia yang tidak menyarankan karena beberapa hal: (1) Hubungan diplomatik Indonesia-Israel belum sepenuhnya normal, (2) Banyak cerita tentang pemeriksaan yang tidak nyaman bagi jamaah Muslim di Bandara Ben Gurion, (3) Lebih mudah dan aman masuk via Yordania dengan dukungan KBRI.
10.4. Apakah jamaah perempuan boleh masuk Al-Aqsa?
Boleh. Kompleks Al-Aqsa terbuka untuk semua Muslim, laki-laki dan perempuan. Area shalat perempuan biasanya di sisi utara kompleks. Jamaah perempuan perlu mengenakan jilbab dan busana konservatif.
10.5. Bagaimana dengan situasi Gaza?
Situasi Gaza sangat tergantung pada kondisi keamanan terkini. Jamaah Indonesia saat ini tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh pihak berwenang. Jamaah yang ingin berkontribusi bisa mendonasikan sebagian rezekinya melalui lembaga terpercaya seperti Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) atau Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
11. Kesimpulan
Palestina, dengan Masjid Al-Aqsa sebagai jantungnya, adalah salah satu situs paling penting dalam peradaban Islam. Lebih dari 1.400 tahun sejarah telah membentuk kota Yerusalem menjadi pusat spiritual, politik, dan budaya yang kompleks. Bagi jamaah umroh plus, kunjungan ke Al-Aqsa adalah momen untuk merenungkan makna iman, sejarah, dan solidaritas kaum Muslimin.
Persiapkan ziarah Al-Aqsa Anda dengan baik: pahami sejarahnya (seperti yang telah kita bahas), pilih travel yang terpercaya, jaga adab, dan niatkan setiap langkah sebagai ibadah. Anda akan pulang dengan pengalaman yang tak ternilai dan koneksi spiritual yang mendalam dengan saudara-saudara Muslim di tanah suci ketiga ini.
π SIAP ZIARAH KE AL-AQSA?
Dapatkan paket umroh plus Al-Aqsa 2026 dari hajiumrohtravel.com β melalui Yordania dengan dukungan penuh, itinerary aman, dan pengalaman spiritual yang mendalam.
π₯ Artikel Terpopuler
- π₯ Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pendaftaran Haji 2027: Checklist Lengkap Calon Jemaah ποΈ 22
- π₯ Umroh Plus Al-Aqsa: Sejarah Masjid Suci dan Tempat Wisata Bersejarah di Palestina ποΈ 18
- π₯ Syarat dan Prosedur Visa Umroh Plus Turki 2026 ποΈ 16
- π₯ Dokumen Pendaftaran Haji 2027: Checklist Kelengkapan Administrasi ποΈ 9
- π₯ Rekomendasi Hotel Terbaik untuk Umroh Plus Turki 2026 ποΈ 9
- π₯ Biaya Paket Umroh Plus Al-Aqsa 2026-2027: Estimasi dan Rincian Lengkap ποΈ 9

