Indahnya Ibadah Haji 2019 dan Berqurban dengan menggunakan Travel Terpercaya

Apa itu Haji ?

Haji adalah salah satu rukun Islam yang ke-5 (lima) setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan. Dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah. Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang biasa dilaksanakn sewaktu – waktu.

haji umroh travel termurah se-I

ibadah haji

 

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 dzulhijjah ketika umat islam bermalam di mina, wukuf (berdiam diri) dipadang arafah pada tanggal 9 dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan ) pada tanggal 10 dzulhijjah, masyarakat indonesia biasa menyebut juga hari raya idul adha sebagai hari raya haji kerena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Secara estimologi (bahasa), Haji, berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara` berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus. Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka`bah dan Mas`a (tempat sa`i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit),dan  Mina (tempat melontar jumroh).

MACAM – MACAM HAJI

  •  Tamattu

Mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu dibulan-bulan haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, di tahun yang sama. Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalan bulan-bulan serta didalam tahun yang sama , tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

  •  Ifrad

Berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad, bila seseorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah, dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian uhram di Miqat nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibdah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

  •  Qiran

Mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak Miqat Makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama, menurut abu hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa’i.

RUKUN HAJI

  1. Ihram.
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf Ifadah
  4. Sa’i
  5. Mencukur Rambut di Kepala (tahallul)
  6. Tertib

SYARAT HAJI

  1. Islam
  2. Aqil
  3. Dewasa
  4. Berakal
  5. Waras
  6. Orang Merdeka ( Bukan Budak )
  7. Mampu, Baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji

Apakah Wajib Ibadah Haji?

Haji merupakan salah satu rukun islam yang kelima. Ibadah haji wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu, baik itu dari segi finansial maupun dari segi fisiknya.

Namun masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang dari segi finansial mampu namun hatinya belum tersentuh untuk menunaikan ibadah haji.

KEWAJIBAN – KEWAJIBAN HAJI

  1. Melakukan Ihram dari Miqat
  2. BeMulrdiam di padang arafah hingga terbenam matahari
  3. Bermalam di muzdalifah
  4. Melempar jumrah
  5. Mencukur rambut (tahallul)
  6. Bermalam dimina
  7. Thawaf wada

ibadah haji

Apa itu Qurban ?

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, bukan untuk hidup semata, melainkan untuk mengabdi kepada-Nya. Sebab itu, Allah memberikan perintah yang sangat erat kaitannya dengan usaha dan kesungguhan manusia itu sendiri. Salah satu perintah-Nya yaitu berkurban.

Qurban berasal dari kata ‘qoroba yaqrobu’yang artinya mendekat. Jadi, berkurban adalah salah satu ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah,” papar Ustaz Amir Faisal Fath.Secara hakikat, badah kurban merupakan syiar dalam Islam. Syiar yang mengenalkan kepada umat bahwa berkurban itu perihal ‘menyembelih’.

Menurut kamus etimologis, kurban adalah harta abadi. Artinya, ibadah berkurban akan menjadi tabungan istimewa yang bisa menolong kita di akhirat nanti.

Dalam tinjauan sosial, berbagi daging kurban kepada sesama merupakan perbuatan terpuji. Umat bisa berbagi nikmat kepada sesama dan harta pun menjadi berkah.

Apakah Berkurban Wajib Bagi Jama’ah Haji ?

Qurban

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berkurban, Jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah mu’akkadah (yang dikuatkan), sebagian mereka mengatakan wajib bagi yang mampu melaksanakannya.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berkurban, Jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah mu’akkadah (yang dikuatkan), sebagian mereka mengatakan wajib bagi yang mampu melaksanakannya. Bagi mereka yang mengatakan bahwa jama’ah haji tidak disyari’atkan berkurban, mereka berbeda pendapat tentang sebab-sebabnya, menjadi dua pendapat:

pendapa pertama :

Bahwa jama’ah haji tidak disyari’atkan shalat idul adha, ibadah mereka adalah menyembelih kambing bagi yang haji tamattu’ dan qiran.

pendapat kedua :

Jama’ah haji adalah musafir, sedangkan kurban disyari’atkan bagi mereka yang mukim. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, menurut beliau bahwa jama’ah haji yang berasal dari Makkah bukan termasuk musafir, maka diwajibkan bagi mereka untuk berkurban.

Perlu diketahui bahwa yang menjalankan ibadah haji dengan mengambil manasik tamattu’ dan qiron punya kewajiban untuk menunaikan hadyu (hewan sembelihan yang dihadiahkan untuk tanah haram Mekkah). Sedangkan di sisi lain saat Idul Adha juga dianjurkan bagi kaum muslimin untuk berqurban (menunaikan udhiyah). Bagaimanakah dengan jama’ah haji? Apakah mereka disunnahkan pula melakukan kedua-duanya?

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Udhiyah (qurban) disunnahkan untuk jama’ah haji dan seorang musafir sebagaimana disunnahkan bagi orang yang mukim. Tidak ada beda dalam hal ini dan tidak ada beda pula sunnahnya hal ini bagi laki-laki maupun perempuan.” (Al Muhalla, 7: 375)

Riwayat berikut ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk istri-istrinya saat berhaji.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا وَحَاضَتْ بِسَرِفَ ، قَبْلَ أَنْ تَدْخُلَ مَكَّةَ وَهْىَ تَبْكِى فَقَالَ « مَا لَكِ أَنَفِسْتِ » . قَالَتْ نَعَمْ . قَالَ « إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ » . فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha (ia berkata), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah  menemui ‘Aisyah di Sarif sebelum masuk Mekkah dan ketika itu ‘Aisyah sedang menangis. Beliau pun bersabda, “Apakah engkau haidh?” “Iya”, jawab ‘Aisyah. Beliau bersabda, “Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Tunaikanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji selain dari thawaf di Ka’bah.” Tatkala kami di Mina, kami didatangkan daging sapi. Aku pun berkata, “Apa ini?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan udhiyah (berqurban) atas nama dirinya dan istri-istrinya dengan sapi.” (HR. Bukhari no. 5548)

qurban qurban

Apa itu Dam dan Bagaimana Membayarnya Di Tanah Suci ?

Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh, ada hal-hal yang wajib dilakukan (rukun). Jika tidak dilakukan maka wajib membayar dam. Apa itu dam dan bagaimana membayarnya ? simak penjelasan lengkap berikut ini…

  • -Definisi Dam

Denda karena melanggar salah satu ketentuan yang tidak berkenaan dengan syarat sah ibadah haji dan umroh.

  • – Tindakan yang Mengakibatkan membayar DAM

1. Fidyah karena melakukan larangan ihram : mencukur rambut dari seluruh badan, memotong kuku, memakai penutup kepala (bagi laki-laki), memakai niqob (bagi wanita), memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), memakai harum-parfuman, Mencumbu istri dengan syahwat.

Bentuk fidyahnya :

a. Menyembelih 1 ekor kambing

b. Memberi makan kepada enam orang miskin sebesar 1 mud (3/4 kg) gandum atau beras.

c. Puasa 3 hari

2. Fidyah dengan seekor unta : berhubungan intim dan melakukan yang mengantarkan pada hubungan intim.

Bentuk fidyahnya :

a. Menyembelih 1 ekor unta

b. Puasa 10 hari (3 hari saat haji dan 7 hari ketika kembali ke negerinya)

3. Fidyah jaza’ atau yang semisalnya : ketika berburu hewan darat.

Bentuk fidyahnya :

a. Menyembelih hewan yang semisal, lalu memberi makan kepada orang miskin di tanah haram.

b. Membeli makanan (dengan harga semisal hewan tadi), lalu memberi makan setiap orang  miskin dengan ½ sho’ (2 mud, seki ataru 1,5 kg).

c. Berpuasa setiap satu makanan yang diberikan kepada orang miskin senilai satu hari puasa. Misal kewajiban memberi makan dari hewan sembelihan tadi disalurkan pada 10 orang miskin, maka berarti puasanya selama 10 hari sampai senilai dengan hewan buruan

c. Berpuasa senilai dengan banyaknya hewan buruan.

4. Fidyah muhshor : terhalang tidak bisa menyelesaikan ibadah haji atau umroh.

Bentuk fidyahnya :

a. Menyembelih seekor kambing

b. Puasa 10 hari (3 hari saat haji dan 7 hari ketika kembali ke negerinya)

5. Melakukan khitbah dan akad nikah. Tidak ada fidyahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Respond For " Indahnya Ibadah Haji 2019 dan Berqurban dengan menggunakan Travel Terpercaya "