Sejarah Masjid Al-Aqsa dan Signifikansinya dalam Islam
Sejarah Masjid Al-Aqsa adalah salah satu topik paling penting dalam khazanah Islam, karena masjid ini merupakan tempat suci ketiga yang wajib dirindukan oleh setiap Muslim. Terletak di Yerusalem (Al-Quds), kompleks Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjalanan panjang umat Islam dari masa kenabian hingga era modern. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri sejarah panjang masjid ini, dari masa Nabi Sulaiman hingga pengelolaannya hari ini.
Asal-Usul Nama Al-Aqsa
Nama “Al-Aqsa” berasal dari bahasa Arab yang berarti “yang paling jauh” atau “yang paling jauh”. Penyebutan ini berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di mana Beliau melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa.”
Jejak Sejarah Pembangunan
Masjid Al-Aqsa telah mengalami beberapa fase pembangunan yang panjang:
Era Nabi Sulaiman AS
Pondasi awal kompleks Al-Aqsa dipercaya didirikan oleh Nabi Sulaiman AS sekitar 1000 SM. Di lokasi ini terdapat bukit Moriah, tempat Nabi Ibrahim AS akan mengorbankan putranya. Bangunan pertama ini masih berupa struktur sederhana yang difungsikan sebagai tempat ibadah.
Era Khalifah Umar bin Khattab RA
Setelah penaklukan Yerusalem pada 637 M, Khalifah Umar bin Khattab RA menerima penyerahan kota ini dengan damai (Perjanjian Shalahuddin). Beliau kemudian membersihkan lokasi yang dipenuhi sampah dan reruntuhan selama hampir 500 tahun, lalu membangun masjid sederhana dari kayu. Atas permintaan Ubaidillah bin Umar, lokasi masjid dipindahkan sedikit ke utara dari Bukit Moriah asli, agar tidak menghadap langsung ke tempat ibadah agama lain.
Era Dinasi Umayyah
Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685-705 M) dari Dinasti Umayyah membangun ulang Masjid Al-Aqsa dengan struktur batu permanen yang megah. Kemudian putranya, Al-Walid bin Abdul Malik, memperluas kompleks masjid. Pada masa ini juga dibangun Kubah Batu (Dome of the Rock) yang menjadi landmark ikonik Yerusalem hingga saat ini.
Signifikansi Masjid Al-Aqsa dalam Islam
Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, di antaranya:
- Kiblat pertama: Umat Islam pernah menghadap Al-Aqsa selama kurang lebih 16-17 bulan sebelum diperintahkan menghadap Ka’bah di Makkah.
- Tempat Isra Mi’raj: Peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yerusalem, lalu naik ke langit untuk menerima perintah shalat lima waktu.
- Tanah para nabi: Di kompleks Al-Aqsa dan sekitarnya, terdapat banyak situs bersejarah yang berkaitan dengan para nabi, termasuk Nabi Ibrahim, Nabi Daud, dan Nabi Isa AS.
- Masjid ketiga yang diziarahi: Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah ke Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan pahala yang besar.
“Janganlah kalian melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.” (HR Bukhari dan Muslim)
Peran Bersejarah Setelahnya
Sepanjang sejarahnya, Al-Aqsa juga menjadi titik pusat berbagai peristiwa penting:
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| 1099 M | Tentara Salib merebut Yerusalem, Al-Aqsa dijadikan istana dan gudang senjata. |
| 1187 M | Shalahuddin Al-Ayyubi merebut kembali Yerusalem dan mengembalikan Al-Aqsa sebagai masjid. |
| 1969 M | Kebakaran besar di Al-Aqsa oleh ekstremis, menyulut kemarahan dunia Islam. |
| 2017-2025 | Restorasi besar-besaran oleh Yordania, termasuk perbaikan kubah dan lantai. |
5 Diskusi: Kontroversi Seputar Al-Aqsa
- Status politik: Yerusalem diakui sebagai ibu kota Israel oleh Amerika Serikat sejak 2017, namun status Al-Aqsa sendiri tetap dijaga oleh Yordania melalui Waqf.
- Akses jemaah: Pembatasan akses jemaah Muslim sempat ketat antara 2020-2024, namun kini sudah dibuka lebih longgar.
- Penggalian bawah tanah: Israel sempat dituduh menggali terowongan di bawah kompleks Al-Aqsa yang dikhawatirkan merusak fondasi.
- Diskriminasi jemaah: Laporan dari Human Rights Watch mencatat adanya diskriminasi terhadap jemaah Muslim dalam beberapa tahun terakhir.
- Peran Indonesia: Indonesia melalui KBRI Amman aktif memberikan perlindungan dan advokasi bagi jemaah umroh plus Al-Aqsa dari Tanah Air.
FAQ: Pertanyaan Seputar Sejarah Al-Aqsa
Apakah Al-Aqsa dan Kubah Batu adalah bangunan yang sama?
Tidak. Kubah Batu (Dome of the Rock) adalah struktur oktagonal berwarna emas di tengah kompleks Al-Aqsa. Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya adalah bangunan perak di sisi selatan kompleks, juga sering disebut Qibli Mosque.
Siapa yang mengelola Al-Aqsa saat ini?
Kompleks Masjid Al-Aqsa dikelola oleh Waqf Islam Yerusalem, yang merupakan badan di bawah otoritas Yordania. Sementara itu, akses masuk ke kompleks diawasi oleh polisi Israel.
Kapan waktu terbaik ziarah ke Al-Aqsa?
Waktu terbaik adalah bulan September-Oktober, saat cuaca di Yerusalem sejuk dan tidak bertepatan dengan musim hujan. Pagi hari adalah waktu paling nyaman untuk shalat di dalam masjid.
Baca Juga
Kesimpulan
Sejarah Masjid Al-Aqsa adalah jejak panjang iman dan peradaban Islam yang telah berlangsung lebih dari 1.400 tahun. Dari masa Nabi Sulaiman, Khalifah Umar, hingga Shalahuddin Al-Ayyubi, masjid ini tetap menjadi simbol keteguhan dan kebesaran Islam. Mengunjungi Al-Aqsa bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang mengingatkan kita akan warisan spiritual yang tak ternilai.
Lihat juga panduan lengkap umroh plus Al-Aqsa dan detail paket umroh plus Al-Aqsa 2026.
🕌 Saksikan langsung jejak peradaban Islam yang megah di Masjid Al-Aqsa!
🔥 Artikel Terpopuler
- 🔥 Umroh Plus Al-Aqsa: Sejarah Masjid Suci dan Tempat Wisata Bersejarah di Palestina 👁️ 17
- 🔥 Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pendaftaran Haji 2027: Checklist Lengkap Calon Jemaah 👁️ 16
- 🔥 Syarat dan Prosedur Visa Umroh Plus Turki 2026 👁️ 14
- 🔥 Dokumen Pendaftaran Haji 2027: Checklist Kelengkapan Administrasi 👁️ 9
- 🔥 Rekomendasi Hotel Terbaik untuk Umroh Plus Turki 2026 👁️ 9
- 🔥 Persiapan Haji 2027: Panduan Lengkap dari Pendaftaran hingga Keberangkatan 👁️ 8

